Sabtu, 07 Maret 2015

Kegiatan Minat Baca



Prakata :

Fakta yang sungguh memprihatinkan, menurut survey United Nations Educations, Scientific and Cultural Organitation (UNESCO) tahun 2011, bahwa Minat Baca orang indonesia hanya bernilai 0,001 artinya hanya 1 dari 1.000 orang Indonesia yang masih memiliki minat baca tinggi. Berdasarkan data Bank Dunia Nomor 16369-IND untuk posisi di Asia Timur, minat baca orang Indonesia memegang posisi terendah dibawah skor Filipina. Dan hasil survey PISA (Programme for International Student Assessment) terbaru yang dilakukan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) tentang tingkat kemampuan membaca, disimpulkan bahwa membaca adalah salah satu kunci sukses bagi negara-negara maju atau yang berkembang dengan pesat baik dalam soal perekonomian atau pendidikan, dari hasil survay menunjukkan adanya bukti keampuhan membaca bagi perkembangan dan kemajuan sebuah negara. (dikutip dari berbagai sumber)

Bagaimana meningkatkan minat baca siswa SD N Ledug…
...

Minggu, 01 Maret 2015

Berani Bicara Berani Bertanya


Melatih keberanian siswa dalam berbicara memang tidaklah mudah. Perlu ketekunan dan latihan yang rutin agar siswa bisa berani berbicara. Apalagi untuk membiasakan siswa untuk berani berbicara di depan kelas masih cukup sulit. Keberanian adalah suatu tindakan memperjuangkan sesuatu yang diangap penting, mampu menghadapi segala sesuatu yang dapat menghalanginya karena percaya kebenaranya dan suatu sifat mempertahankan

Melatih berani berbicara ada kaitannya dengan keinginan saya agar siswa juga berani bertanya. Sebagian besar siswa pasif untuk bertanya, dan bila diberi kesempatan untuk bertanya, hampir tidak ada seorangpun siswa yang bertanya. Kalaupun ada yang bertanya itupun hanya siswa tertentu saja, biasanya hanya siswa yang itu-itu saja.
...

Senin, 05 Januari 2015

Galang 100


Adalah suatu gerakan yang dimotori oleh sekolah dan dilaksanakan oleh para siswa untuk menyisihkan uang jajan mereka sehari 100 rupiah yang uang tersebut bila sudah terkumpul dapat disumbangkan atau untuk membeli buku bacaan baik buku baru atau buku lama untuk perpustakaan.
Gagasan ini juga saya terinspirasi dari gerakan yang pernah diajukan oleh anak saya kepada sekolahnya melalui kepengurusan OSIS, awalnya untuk pembiasaan kepedulian menyisihkan uang jajan untuk membeli buku dan diserahkan ke Perpustakann, namun kelihatannya wacana tidak berjalan dan tidak disetujui sekolah (menurut cerita anak saya). Tapi menurut informasi anak saya gerakan seratus ini tetap berjalan namun dialihkan untuk memperoleh pembiayaan khusus untuk mendatangkan tokoh nasional pada acara PENSI yang diadakan di SMP N I Purwokerto pada tahun 2012.
...

Rabu, 01 Oktober 2014

Sudut Renungan

Sumber Gambar: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/

Memberi sanksi atau hukuman kepada anak didik adalah hal biasa. Sanksi diberlakukan sekolah karena anak didik melanggar tata-tertib sekolah. Beragam bentuk sanksi diterapkan, dengah harapan dapat merubah perilaku anak didik. Namun, benarkah sanksi itu dapat merubah perilaku anak didik? Hal yang wajar, bila sekian persen ada yang berubah, sekian persen tidak merubah apapun. Barangkali perlu bagi pendidik untuk mengkaji ulang. Bentuk sanksi seperti apa yang menguntungkan pendidik dan anak didik. Agar sanksi menjadi efektif dan tidak membuang waktu sia-sia tanpa hasil.

...