PTK SENI RUPA


PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS


I.                        JUDUL
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI METODE SENI RUPA BERMAIN PADA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN BAGI SISWA KELAS 1C DI SEKOLAH DASAR NEGERI LEDUG

II.                  BIDANG KAJIAN
Kreativitas dan Metode Seni Rupa Bermain.

III.                  PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peranan yang amat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Tujuan Pendidikan pada umumnya adalah menyediakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bakat dan kreativitasnya secara optimal.
Meningkatnya kemajuan teknologi dan meledaknya jumlah penduduk yang disetai berkurangnya persediaan sumber-sumber alami, yang diperparah oleh timbulnya berbagai bencana alam dan krisis keuangan di negara-negara Asia sangat menuntut kemampuan krativitas dan kepiawaian mencari pemecahan yang imajinatif
Terkait dengan kemampuan kreativitas, apa yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah mengembangkan sikap dan kemampuan peserta didik, atau siswa, atau anak-anak ; yang dapat membantu untuk menghadapi persoalan-persoalan di masa mendatang dengan kreativitas dan daya imajinasi.
Memasukkan seni rupa bermain dalam sekolah merupakan kepedulian terhadap semakin sempitnya kesempatan siswa mengembangkan daya imajinasi dan kreativitasnya di tengah-tengah perkembangan zaman ini. Dalam dunia pendidikan pelajaran seni rupa sendiri kehilangan fungsi untuk siswa. Sehingga pelajaran tersebut tidak mendapat perhatian dan tidak banyak memberikan arti.
Penyebab hilangnya fungsi seni rupa untuk siswa dalam pendidikan, guru hanya sebagai pelaksana program yang materi pelajarannya ditentukan dalam kurikulum. Tanpa memperhatikan problem pengajaran pelajaran tersebut untuk siswa. Sedang pelaksanaan pengajaran pelajaran tersebut jumlah materi yang disajikan tidak sebanding dengan alokasi waktu yang disediakan. Sehingga siswa hanya mengenal, lalu lewat begitu saja. Hal tersebut berlarut-larut terlalu lama.
Mengapa seni rupa bermain. Dunia anak-anak adalah dunia bermain, semua anak mempunyai naluri bermain, apalagi usia anak kelas 1 (satu) di sekolah dasar, dimana alam bermain semasa duduk di bangku Taman Kanak-kanak masih terasa hangat terbawa di bangku kelas 1 sekolah dasar. Pada hakekatnya isi alam mereka itu bermain. Dapat dilihat dari kegiatan sehari-harinya, sejak bangun tidur pagi hari hingga sore hari banyak dimanfaatkan untuk bermain. Mereka akan berhenti bila sudah merasa payah, sakit atau tidur.
Untuk mensiasati supaya siswa tidak kehilangan suasana belajar keterampilan sambil bermain, penulis menawarkan metode seni rupa bermain. Seni rupa sendiri mengandung unsur bermain. Dalam seni rupa bermain paling memungkinkan dilakukan di mana saja, tidak harus di ruang kelas. Disitu mereka dapat bermain-main menggunakan cat air, spidol, kapur, arang, dan sebagainya, diatas kertas, tanah, lantai, pasir dan sebagainya.
Setiap siswa diberi kebebasan bermain seni rupa dengan bahan dan teknik yang dipilihnya untuk mengeluarkan kesadaran dan isi jiwa dengan caranya sendiri. Seni rupa bermain merupakan pernyataan siswa secara spontan yang tidak disadarinya, melahirkan segala isi kesadaran jiwanya melalui kegiatan jasmani, kecekatan tangan, kepekaan rasa, alat pelihat, alat pencium dan sebagainya. Mendapatkan rangsanagan berkat dorongan kehidupan rohani yang mendapat saluran ekspresi dalam seni rupa berkembanglah kreativitasnya.
Seni rupa bermain memakai metode pendekatan perkembangan psikis siswa. Memperlakukan siswa ebagai subjek. Melalui dialog atau bercerita antar pribadi, menjalin keterlibatan emosi untuk saling percaya. Dalam kepercayaan tersebut dapat memberikan semangat dan keyakinan siswa menjadi dirinya sendiri dengan kemampuan yang ada.
Setiap siswa dilayani sesuai dengan kemampuannya. Memberikan pengalaman pada siswa dalam mengungkapkan pengalaman estetika. Memberikan kebebasan bermain main bahan dan teknik yang dipilih siswa. Menghargai siswa berpendapat dalam mengungkapkan kehidupan alam rasa, pikiran, kemauan serta keprigelannya.
Metode seni rupa bermain memerlukan kesadaran dan pengorbanan yang besar dalam melayani kebutuhan setiap siswa agar dapat terbantu pertumbuhan dan perkembangan siswa ke arah pengembaraan imajinasi siswa, dijadikan pintu yang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan dalam pembinaan kreativitas.
Maka dari itu seni rupa bermain sebuah alternatif, untuk mengembalikan fungsi seni rupa  dalam mengembangkan kreativitas siswa, merupakan tanggung jawab sekolah terhadap situasi dunia pendidikan siswa sekarang, melalui pengembaraan imajinasi dan daya khayalnya.

  1. Perumusan Masalah
  1. Bagaimana efektivitas metode seni rupa bermain dalam meningkatkan kemampuan kriativitas siswa kelas 1C di SDN Ledug.
  2. Dapatkah metode seni rupa bermain  digunakan untuk meningkatkan kempuan kreativitas siswa kelas 1C di SDN Ledug.

  1. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah :
  1. Untuk mengetahui efektivitas metode seni rupa bermain dalam meningkatkan kemampuan kriativitas siswa kelas 1C di SDN Ledug.
  2. Untuk mengetahui apakah metode seni rupa bermain  dapat digunakan untuk meningkatkan kempuan kreativitas siswa kelas 1C di SDN Ledug.

  1. Manfaat Penelitian
1.       Bagi peneliti, temuan-temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam rangka mengkaji persoalan-persoalan pendidikan khususnya persoalan pendidikan sekolah dasar.
2.       Secara teori, temuan-temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam hal pengembangan ilmu yang berkaitan dengan kreativitas di sekolah dasar khususnya di kelas 1C SDN Ledug.
3.       Secara praktis hasil temuan-temuan dalam penelitian ini dapat dijadikan alternatif dalam pengelolaan kreativitas di sekolah dasar, khususnya di sekolah SDN Ledug (kelas 1C)
4.       Untuk siswa sebagai bahan masukan untuk memanfaatkan seni rupa bermain dalam meningkatkan kreatifitas.

IV.                  LANDASAN TEORI
Dulu orang biasanya mengartikan “orang berbakat” atau orang “kreatif” sebagai orang yang memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang tinggi. Namun, sekarang makin disadari bahwa yang menentukan keberbakatan bukan hanya intelegensi (kecerdasan) melainkan juga kreatifitas, dan pengikatan diri terhadap tugas (task commitment) atau motivasi untuk berprestasi. (Renzulli, 1981) Kreatifitas atau daya cipta memungkinkan munculnya penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi, serta dalam semua bidang usaha manusia lainnya.
-         “Kreativitas lebih penting daripada pengetahuan.” –Einstein.
-         “Untuk mengajukan berbagai pertanyaan baru, kemungkinan baru, untuk menilai masalah lama dari sudut pandang baru, dibutuhkan kreativitas. kreativitas menjadikan ilmu pengetahuan maju pesat.” –Einstein.
-         “Utang kita terhadap kreativitas sungguh tak terkira banyaknya.” –Jung.
Oleh karenanya dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) perlu diupayakan penggunaan metode yang tepat untuk meningkatkan kreativitas.




A.           Tinjauan Pustaka
1.            Pengertian kreativitas.
Kreativitas didefiniskian secara berbeda-beda. Sedemikian beragam definisi itu, sehingga pengertian kreativitas tergantung pada bagaimana orang mendefinisikannya –“creativity is a matter of definition”.
Berdasarkan penekannya, definisi-definisi kreativitas dapat dibedakan kedalam dimensi person, proses, produk, dan press. Rhodes(1961) menyebut keempat dimensi kreativitas tersebut sebagai “The Four P’s Creativity”. Definisi kreativitas yang menekankan dimensi person dikemukakan misalnya oleh Guilford (1950) : “Creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people”. Definisi yang menekankan segi proses diajukan oleh Munandar (1977): “Creativitiy is a process that manifests itself in fluency,  in flexibility as well ini originality of thinking”. Barron (1976) menekankan segi produk, yaitu : “the ability to bring something new into existence”; sementara Amabile (1983) mengemukakan, “creaticity can be regarded as the quality of products or responses judged to be creative by appropriate observers”.
Berdasarkan analisis faktor, Guilford menemukan bahwa ada lima sifat yang menjadi ciri kemampuan berfikir kreatif, yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), penguraian (elaboration), dan perumusan kembali (redefinition). Kelancaran adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan. Keluwesan adalah kemampuan utnuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah. Orisinalitas adalah kemampuan untuk mencertuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise. Elaborasi adalah kemampuan untuk menguaraikan sesuatu secara terinci. Redefinisi adalah kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan persepktif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh orang banyak.
Masih ada puluhan definisi mengenai kreativitas. Namun pada intinya ada persamaan antara definisi-definisi tersebut, yaitu kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

2.            Pengertian Metode
Metodologi berasal dari kata metodos dan Logos. Metodos mengandung arti jalan yang ditempuh atau cara, logos berarti ilmu. Metode adalah cara-cara yang digunakan seseorang untuk menyampaikan pendapat atau gagasan kepada orang lain, Yusuf Djajadisastra (1981 : 12)
Cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud, cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993:580)

3.            Pengertian Seni Rupa
Keahlian membuat karya yang bermutu dilihat dari segi kehalusannya dan keindahannya. Seni rupa meliputi Seni pahat dan seni lukis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993:816)

4.            Pengertian Bermain
Berbuat sesuatu untuk menyenangkan hati (dengan menggunakan alat-alat tertentu atau tidak). Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993:543)


B.           Hipotetis
 Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah :
Melalui metode seni rupa bermain dapat meningkatkan kreativitas pada pelajaran seni  budaya dan keterampilan (SBK) bagi siswa kelas 1C di SDN Ledug.

V.                  METODOLOGI PENELITIAN

A.     Rencana Penelitian
1.  Subjek penelitian
Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas 1C SD Negeri Ledug  kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas jumlah siswa 38 orang.
Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitiann tersebut dimana siswa kelas 1 (satu) alam bermain semasa duduk di bangku Taman Kanak-kanak masih terasa hangat terbawa di bangku kelas 1 sekolah dasar. Selain itu penulis pengajar di kelas 1C
2.  Tempat Penelitian
Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SD Negeri Ledug, kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis.
3.  Waktu Penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Agustus s.d Oktober. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester I Tahun pelajaran 2009/2010.
4. Lama Tidakan
Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Okteber, mulai dari siklus I, Siklus II dan Siklus III.

  1. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain :
1.  Perencanaan
Meliputi penyampaian materi pelajaran, latihan keterampilan, pembahasan latihan keterampilan seni rupa, tugas pekerjaan seni rupa ( kegiatan penelitian utama ) pembahasan seni rupa, ulangan harian.

2. Tindakan ( Action )/ Kegiatan,
Mencakup :
a.     Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.
b.     Siklus II ( sama dengan I )
c.     Siklus III ( sama dengan I dan II )

3.   Refleksi
Refleksi, dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian.

VI.                  JADWAL PENELITIAN
 No
KEGIATAN
MINGGU KE……..
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan












2
Proses pembelajaran












3
Evaluasi












4
Pengumpulan Data












5
Analisis Data












6
Penyusunan Hasil












7
Pelaporan Hasil












VII.                  PERSONALIA PENELITI
Identitas peneliti tersebut adalah :
Nama                                      : LAELA SULISWATI
NIP                                        : 196601161988062002
Pekerjaan                               : Guru SDN 1 Ledug, 
                                                Unit Pendidikan Kecamatan Kembaran,
 Kabupaten Banyumas
 Tugas dalam penelitian : Pengumpulan dan  Analisis Data
...

1 komentar :

http://laelasuliswati.blogspot.com/